Peristiwa tersebut menghanguskan dua unit rumah kayu milik warga bernama Ujul dan Adul. Kedua rumah itu berdampingan dengan bangunan sarang burung walet. Saat kebakaran terjadi, warga sempat mendengar dua kali ledakan yang diduga berasal dari tabung elpiji.
Kejadian ini juga terekam dalam siaran langsung di media sosial warga. Rekaman tersebut memperlihatkan kepanikan warga di lokasi saat api mulai membesar.
Kobaran api terlihat membumbung tinggi dan dengan cepat merambat ke bangunan lain, diperparah oleh hembusan angin kencang.
Warga yang berada di lokasi berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Mengingat lokasi berada di tepi perairan, warga menggunakan mesin pompa air yang diangkut dengan perahu untuk menyemprotkan air dari arah sungai, guna melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan sarang walet di sekitarnya.
“Pemadaman dilakukan warga melalui jalur sungai menggunakan perahu. Angin yang sangat kencang sempat membuat api berembus dan merambat cepat ke rumah sebelah,” ungkap salah satu warga, Indah saat siaran langsung di media sosial Facebook.
Indah mengaku, suasana di lokasi sempat mencekam saat teriakan minta tolong pecah dari pemilik rumah yang panik melihat harta bendanya ludes terbakar. Ketegangan memuncak ketika warga melaporkan terdengarnya dua kali suara ledakan keras dari tengah kobaran api.
“Ada teriakan suara minta tolong dan terdengar dua kali suara letupan yang diduga berasal dari tabung gas milik warga,” tambah Indah.
Berkat gotong-royong warga selama hampir 30 menit, api akhirnya berhasil dikuasai sekitar pukul 15.37 WITA. Meski dua rumah ludes menjadi arang, gerak cepat warga berhasil menyelamatkan deretan bangunan lain di sisi kiri dan kanan lokasi.
Hingga kini, penyebab pasti munculnya titik api belum diketahui. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu berkualitas.
Editor: Erwin