Temuan tersebut muncul saat dilakukan pengecekan rutin sebelum makanan didistribusikan kepada pelajar. Berdasarkan laporan, makanan dalam kondisi berlendir sehingga pihak sekolah menahan penyaluran demi menjaga kesehatan siswa.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG MBG Kukar, Sunggono, merespons tegas keluhan terkait dugaan makanan basi di SPPG Loa Ipuh. Ia menegaskan, sesuai mekanisme program MBG, investigasi akan segera dilakukan.
Tim khusus yang melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) bersama pihak terkait akan diterjunkan ke lapangan untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.
“Nanti akan diinvestigasi. Tim khusus dari BGN dan juga dari Ciptas akan memastikan apakah laporan itu benar atau tidak. Jika terbukti benar, akan diproses lebih lanjut dan ada sanksi yang diberikan,” tegas Sunggono.
Terkait sanksi, ia menyebutkan, tindakan tegas menanti pihak pengelola jika terbukti lalai dalam menjaga kualitas makanan.
Sanksi terberat dapat berupa penghentian sementara operasional SPPG. Namun, jika tingkat kesalahan masih bisa ditoleransi, akan dibuat kesepakatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Selama ini, pengawasan SPPG dilakukan secara berjenjang oleh Satgas yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari tingkat kelurahan hingga daerah. “Bupati sendiri beberapa kali turun langsung meninjau ke lapangan,” tambahnya.
Hingga kini, SPPG Loa Ipuh belum memberikan konfirmasi terkait kejadian tersebut. “Kami belum bisa memberikan penjelasan terkait kejadian itu,” ungkap Kepala SPPG, Natasya.
Pihak sekolah diimbau untuk tetap teliti melakukan skrining mandiri sebelum membagikan makanan kepada siswa.
Editor: Erwin