Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara Wiyono kepada Korankaltim.com Rabu (1/4/2026) hari ini. “Memang masih belum sesuai standar nasional tapi kami sudah diskusi dengan komunitas,” jelas Wiyono.
PU Kukar akan melakukan evaluasi mendalam dan berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk mendatangkan tenaga ahli guna memastikan perbaikan dilakukan secara presisi.
“Kami akan coba carikan anggaran untuk mendatangkan ahli, supaya bisa mengevaluasi yang sudah ada ini. Jangan sampai kita perbaiki tapi ternyata masih belum sesuai,” paparnya.
Langkah pelibatan ahli ini dinilai sangat krusial karena pemerintah ingin menghindari pola kerja bongkar-pasang yang tidak efektif dan berisiko menghamburkan anggaran daerah. Setiap perbaikan harus didasari oleh kajian teknis yang kuat. “Kalau diperbaiki tanpa dasar yang jelas, nanti jadi masalah lagi,” tegasnya.
Sebagai upaya penyempurnaan, Pemkab Kukar juga berencana melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang telah sukses membangun skatepark berstandar internasional. Beberapa lokasi yang menjadi rujukan di antaranya adalah Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan, Jakarta hingga Bali.
Dengan langkah evaluasi dan studi banding ini, diharapkan fasilitas skatepark di Kukar nantinya tidak hanya menjadi ruang publik biasa, tetapi layak digunakan untuk peningkatan prestasi atlet lokal hingga penyelenggaraan kompetisi tingkat nasional.
Editor: Aspian Nur