Program ini menjadi bukti nyata komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia Kukar, khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia industri.
Ke-13 peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai kecamatan di Kukar antara lain Muara Jawa, Anggana, Kota Bangun Darat, Muara Badak, Marang Kayu, Loa Kulu, Sanga-Sanga hingga Loa Janan. Dari jumlah tersebut, delapan peserta merupakan bagian dari program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan berasal dari wilayah pesisir di sekitar area operasi hulu migas.
Selama kurang lebih 3,5 bulan, para peserta digembleng dengan keterampilan teknis pengelasan oleh tim instruktur profesional di bawah pimpinan Hendra Pribadi.
Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, bersama Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kukar, Dendy Irwan Fahriza, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Hadir pula perwakilan dari SKK Migas dan perusahaan migas seperti PHM dan ENI, serta unsur dunia usaha.
Aulia menyampaikan program ini merupakan bagian dari implementasi visi “Kukar Idaman Terbaik” melalui program Etam Sejahtera Kukar Siap Kerja yang berkolaborasi dengan SKK Migas dan perusahaan migas melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Alhamdulillah, dari 13 peserta ini, lima orang langsung direkrut oleh PT Blue Stell di Batam, tiga orang akan bekerja di perusahaan yang beroperasi di Kutai Kartanegara, dan lima lainnya sedang menunggu jadwal wawancara kerja,” jelas Aulia.
Capaian ini menjadi harapan baru bagi para peserta, sekaligus bukti pelatihan berbasis kebutuhan industri mampu membuka akses kerja yang lebih luas, tidak hanya di daerah tetapi juga di tingkat nasional hingga internasional.
Nantinya Pemerintah Kabupaten Kukar memastikan program serupa akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan skalanya. Langkah ini dilakukan guna menjawab kebutuhan tenaga kerja industri sekaligus menutup kesenjangan kompetensi yang masih ada.
Program ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya tenaga kerja unggul dari Kukar yang mampu bersaing dan berkontribusi di dunia usaha dan industri, baik di tingkat daerah, nasional hingga mancanegara.
“Tingkatkan kemampuan, jaga perilaku dan adab. Itu sangat penting. Selain itu, harus punya mental kuat dan tidak mudah menyerah,” pesan Aulia.
Editor: Aspian Nur