Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas ketidakjelasan sistem pengelolaan parkir yang dinilai mengabaikan peran putra daerah.
Ketua Umum Perkumpulan Adat Remaong Kutai Berjaya (RKB) Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Hebby Nurlan Arafat menyatakan, langkah ini diambil setelah upaya komunikasi secara prosedural dan baik-baik selama ini tidak membuahkan hasil. Mereka merasa pihak terkait tidak memberikan perhatian serius terhadap aspirasi yang telah disampaikan berkali-kali.
“Kami sudah mengikuti aturan dan prosedur, mengurusnya secara baik-baik, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Makanya hari ini kami laksanakan aksi ini karena tidak ada perhatian dari pihak-pihak terkait,” ujar Hebby.
Ia mengungkapkan kekecewaannya karena peluang pengelolaan justru lebih banyak diberikan kepada pihak dari luar daerah, padahal Sumbar Daya Manusia (SDM) lokal dianggap sangat mampu.
Aliansi ormas menegaskan mereka tidak meminta pengelolaan secara cuma-cuma, melainkan menawarkan kemitraan bagi hasil.
“Kami bukan meminta, kami siap berbagi. Jika mereka sudah mengeluarkan investasi untuk mesin parkir dan sebagainya, kami pun siap. Intinya, kami minta peluang bagi putra daerah yang tergabung dalam aliansi ini untuk ikut serta mengelola,” tambahnya.
Dalam aksi ini juga menyoroti kinerja pengelola saat ini CP Ngayau yang dinilai hanya memberikan janji manis tanpa realisasi.
Aliansi menyebutkan pertemuan-pertemuan sebelumnya tidak menghasilkan komitmen tertulis atau legalitas yang kuat.
“Jadi apa yang kita urus secara baik-baik kemarin sudah tidak ada lagi. Hari ini kami hanya mengingatkan kembali apa yang pernah mereka sampaikan," tegasnya.
Sebagai bentuk protes, aliansi memutuskan untuk menggratiskan biaya parkir bagi seluruh pengunjung Tangga Arung Square mulai hari ini. Mereka memastikan bahwa aksi ini akan tetap berjalan damai tanpa ada tindakan anarkis maupun pengrusakan fasilitas.
“Saudara-saudara saya sudah saya arahkan, jangan ada anarkis atau mengganggu pengunjung. Sifatnya kami di sini hanya mengawal dan memantau. Parkir digratiskan sampai ada kejelasan yang dituangkan dalam perjanjian legal,” tutupnya.
Hingga kini, belum ada batas waktu pasti terkait sampai kapan parkir gratis ini akan diberlakukan, menunggu respons resmi dan kesepakatan tertulis dari pihak dinas terkait maupun pengelola pasar.
Sementara, Tim Humas Ngayau, Ridwan mengungkapkan pihaknya tengah mengupayakan kolaborasi dan investasi melalui koordinasi intensif dengan pemegang modal.
Dirinya berkomitmen akan melibatkan Ormas setempat dalam operasional, serta membantah isu penggunaan tenaga kerja anak di bawah umur.
“Kami menargetkan solusi konkret atas kendala lapangan dalam satu sampai dua hari ke depan bersama dinas terkait dan pemegang modal,” ucapnya.
Terkait pengamanan, Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda, memberikan apresiasi atas jalannya aksi yang tetap kondusif.
Meski sempat terjadi dinamika dan ketegangan kecil, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman tanpa adanya kerusakan fasilitas publik maupun kekerasan fisik.
“Kami tegaskan situasi di lapangan tetap terkendali, sehingga masyarakat dan pedagang tidak perlu khawatir untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Tak ada fasilitas yang rusak,” tuturnya.
Editor: Erwin