Peristiwa bermula saat dirinya mencoba mengambil bola yang jatuh ke sungai. Korban terseret arus hingga ke tengah perairan. Dalam kondisi panik, Habi sempat berteriak meminta pertolongan kepada warga yang berada di pinggiran sungai.
Teriakan korban awalnya dianggap sebagai candaan. Tak lama kemudian, Habi menghilang di permukaan air. Warga yang menyadari situasi berusaha menolong, tetapi korban sudah tidak terlihat lagi.
Dugaan korban diterkam buaya diperkuat oleh kesaksian warga yang menyebutkan keberadaan predator tersebut di area tengah sungai sejak siang hari sebelum kejadian.
“Dikira orang dia ditarik buaya, karena memang dari siang ada buaya di tengah itu,” ujar salah satu warga, Ani.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) BPBD Kutai Kartanegara, Eko Suryawinata, membenarkan adanya laporan tersebut. Warga dan relawan segera melakukan penyisiran di sekitar lokasi hingga ke arah hilir sungai dengan peralatan seadanya.
Saat ini, tim gabungan BPBD Kukar dan Basarnas Kaltim dikerahkan untuk melakukan pencarian secara lebih intensif.
“Kami masih berkoordinasi dengan Basarnas, pencarian sementara malam ini dilakukan warga dan relawan menyisir lokasi sekitar,” tegas Eko.
BPBD Kukar mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Mahakam untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di dekat air.
Editor: Erwin