Perbaikan ruas jalan sepanjang sekitar empat kilometer tersebut kini mulai dipersiapkan. Jalan ini memiliki peran strategis sebagai akses utama masyarakat menuju berbagai fasilitas publik, seperti layanan kesehatan, pendidikan, hingga kantor kecamatan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, mengatakan kondisi jalan saat ini belum sepenuhnya baik. Sebagian ruas bahkan masih berupa jalan tanah, sehingga menyulitkan mobilitas warga, terutama saat cuaca buruk.
“Masyarakat memang meminta agar jalan dari Bloro ke Sebulu Modern diperbaiki karena di sana ada fasilitas kesehatan, pendidikan hingga kantor kecamatan,” katanya kepada Korankaltim.com, Minggu (29/3/2026).
Ia mengungkapkan, perhatian pemerintah terhadap ruas jalan tersebut semakin meningkat setelah keluhan warga ramai diperbincangkan di media sosial. Hasil peninjauan lapangan menunjukkan masih terdapat sekitar 200 meter jalan tanah, sementara sebagian lainnya telah dibeton.
“Memang sempat viral, sehingga kami alokasikan penanganan di situ. Dari total panjang, masih ada yang berupa tanah sekitar 200 meter,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal, perbaikan difokuskan pada sekitar 600 meter titik paling krusial agar jalan dapat segera difungsikan kembali. Penanganan dilakukan melalui pengerasan jalan, sementara sekitar 170 meter lainnya akan disemenisasi.
“Yang penting bisa dilewati dulu dengan pengerasan jalan supaya fungsional digunakan masyarakat,” tambah Linda.
Lebih dari sekadar jalan lingkungan, ruas Bloro–Sebulu Modern dinilai sebagai jalur konektivitas strategis antarwilayah. Jika kondisinya membaik, jalan ini juga berpotensi menjadi akses penghubung menuju Desa Lekaq Kidau.
Pemerintah berharap proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan cuaca, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat luas. “Mudahan tidak hujan sehingga perbaikannya bisa cepat dilakukan,” pungkasnya.
Editor: Erwin