Pengemudi mobil berinisial Z berusia 50 tahun dan M berusia 25 tahun serta tiga orang lainnya berencana hendak pulang menuju Kota Bontang usai merayakan Idulfitri 1447 Hijriah di Tenggarong.
Hantaman keras tersebut membuat bagian depan kendaraan hancur total. Di dalam mobil yang ringsek ada lima orang semuanya terjebak di tengah kepungan batang dan ranting pohon.
“Beberapa kali sudah pohon ini dilaporkan untuk ditebang tapi tak di tebang sampai akhirnya memakan korban,” kata Ayu, warga Tenggarong Seberang kepada Korankaltim.com.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Warga yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan. Ditengah upaya penyelamatan, terdengar suara anak di bawah umur yang menangis histeris dan berteriak ketakutan.
“Anak itu tampak sangat trauma saat ditarik keluar dari kabin mobil karena kakeknya terhimpit. Kami kaget sekali, tiba-tiba pohon itu ambruk tepat saat mobil lewat. Bagian depannya sebelah kiri langsung penyet," papar Ayu.
Meski ada satu pria paruh baya yang terjebak dalam kabin dan kondisi mobil mengalami kerusakan berat, kelima penumpang dilaporkan selamat dari maut. Namun insiden ini menyisakan trauma mendalam, terutama bagi sang anak yang terus menangis dalam pelukan warga.
Pohon yang sudah dalam kondisi mati dan lapuk tersebut diduga menjadi penyebab utama karena tidak lagi kuat menahan beban.
Sementara Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kukar Yudiarta dikonfirmasi terpisaj menegaskan kejadian itu akan menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya, terutama kondisi pohon palem di median Jalan Poros Tenggarong - Samarinda yang rawan. Pada 2025 lalu DLHK sudah memangkas pohon di kiri-kanan jalan dari Teluk Dalam sampai batas Samarinda, tapi pemeliharaan median belum maksimal, ke depan tim akan segera mengecek lagi, khususnya pohon yang mati atau rawan.
Mereka akan berkoordinasi dengan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu pengecekan dan pemangkasan pohon yang yang rawan.
“Saat ini efisiensi anggaran, hampir semua bidang terdampak, namun kami akan berupaya mengalihkan dana dari bidang lain yang masih memungkinkan demi penebangan pohon berisiko. Evaluasi internal dan pengawasan titik-titik rawan di jalur dua akan dilanjutkan, dengan mengoordinasikan tenaga teknis,” ucap Yudiarta.
Pengendara diminta agar tetap waspada, khususnya saat angin kencang atau hujan, karena pepohonan di kiri-kanan dan median jalan masih banyak. Ia berharap semua selamat sampai tujuan.
Editor: Aspian Nur