Penegasan tersebut disampaikan usai pengecekan langsung di lapangan, meliputi kesiapan posko digital, fasilitas kesehatan, serta personel gabungan yang terdiri atas Polri, TNI, Senkom, PMI, Damkarmatan, dan RSUD.
“Kami ingin memastikan pelayanan yang maksimal dan responsif terhadap segala potensi gangguan kamtibmas maupun kendala di perjalanan,” kata AKBP Khairul Basyar, Senin (23/3/2026).
Dalam arahannya, Kapolres menekankan agar seluruh personel meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan malam hari guna mengantisipasi tindak kejahatan dan kecelakaan lalu lintas pada arus balik lebaran.
Ia juga menginstruksikan agar personel mengedepankan sikap humanis dalam membantu warga yang membutuhkan informasi maupun bantuan teknis kendaraan.
“Kami sudah perintahkan personel untuk memastikan arus lalu lintas lancar di titik krusial, dan segera mengatasi gangguan sekecil apa pun,” tegasnya.
AKBP Khairul berpesan, kepada para pemudik, agar selalu mengutamakan keselamatan di atas kecepatan, pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima dan kendaraan telah dicek kelaikannya sebelum berangkat balik.
Jika merasa lelah atau mengantuk, para pemudik yang hendak balik disarankan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di Posyan guna beristirahat sejenak demi menghindari risiko kecelakaan di jalan.
Pemudik juga diimbau untuk mengatur waktu perjalanan balik dengan baik, mengingat puncak arus balik akan terjadi dua kali, agar terhindar dari kepadatan ekstrem.
Arus balik lebaran 2026 di Kukar diprediksi akan berlangsung cukup padat, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada dua gelombang 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026.
Editor: Erwin