Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan di jalur penghubung antar desa menjadi tantangan saat ini, mereka yang melintas dari arah Selerong Kecamatan Sebulu menuju Rantau Hampang Muara Kaman, Kutai Kartanegara, terpaksa harus berjibaku dengan kondisi jalan yang licin dan berlumpur.
Hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir membuat akses jalan tanah berubah menjadi kubangan yang sulit ditembus kendaraan, terutama roda dua.
Rian, seorang pemudik mengatakan, sepanjang 17 kilometer jalan tersebut, terdapat beberapa titik kerusakan parah yang memaksa pengendara harus waspada.
Tidak jarang, pemudik harus turun dari kendaraan untuk mendorong motor atau mobil yang selip di tengah lumpur yang dalam.
"Kondisinya sangat berat, apalagi bawa barang untuk Lebaran. Kalau tidak hati-hati bisa terjatuh karena jalannya sangat licin," ujar Arif Senin (23/3/2026).
Kondisi ini memicu keluhan dari warga setempat maupun para pendatang.
Masyarakat menaruh harapan besar kepada pemerintah agar segera turun tangan menyelesaikan permasalahan jalan ini.
Akses jalan yang layak adalah kebutuhan mendesak demi kelancaran ekonomi dan aktivitas sosial antar desa.
“Semoga perbaikan jalan kedepannya nanti tidak hanya bersifat sementara, melainkan solusi permanen agar di masa mudik mendatang bisa lebih mudah tanpa hambatan,” tegas Arif.
Diketahui, arus lalu lintas di jalur Selerong-Rantau Hampang ini masih di dominasi oleh kendaraan roda dua yang berjuang melewati titik-titik lubang dan berlumpur.
Editor: Aspian Nur