Ruas jalan yang telah selesai diperbaiki berada di Jalan Ahmad Mukhsin, tepatnya di depan Pos Polisi Pulau Kumala serta kawasan depan Jembatan Repo-Repo Pulau Kumala.
Sementara sejumlah titik lainnya yang juga masuk dalam program pemeliharaan meliputi Jalan Gunung Kinibalu menuju Jembatan Mangkuraja serta ruas jalan di depan kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang masih dalam antrean pengerjaan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar Linda Juniarti menjelaskan, keterbatasan waktu serta kondisi menjelang Lebaran menjadi alasan belum maksimalnya progres perbaikan.
“Untuk ruas jalan lainnya akan dikerjakan setelah Lebaran Idulfitri, mengingat toko material saat ini telah libur,” kata Linda saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Senin (23/3/2026).
Proses perbaikan jalan tidak bisa dilakukan secara instan. Pengecoran beton misalnya, membutuhkan waktu sekitar 21 hari untuk mencapai kondisi optimal sebelum dapat dilintasi kendaraan.
Kalau pekerjaan dipaksakan dilakukan menjelang Lebaran, justru berpotensi menimbulkan kemacetan dan keluhan masyarakat karena tingginya mobilitas saat momen hari raya. “Kalau kami kerjakan sekarang justru bisa mengganggu akses mobilisasi masyarakat dan berpotensi mendapat sorotan,” sebut Linda.
Masyarakat diminta untuk turut mendukung proses perbaikan dengan tidak memindahkan rambu-rambu atau palang penanda di lokasi pekerjaan. Pasalnya, tindakan tersebut dapat merusak struktur beton yang belum sepenuhnya mengeras. “Kami sangat menyayangkan jika rambu-rambu disingkirkan. Padahal beton membutuhkan waktu cukup lama untuk benar-benar siap dilintasi,” tegasnya.
Selain itu pengguna jalan diminta tetap waspada saat melintas, mengingat masih ada sejumlah ruas jalan dalam kota yang kondisinya belum sepenuhnya baik.
Nugraha Andi, seorang warga Tenggarong menilai perbaikan jalan idealnya bisa diselesaikan sebelum Lebaran agar langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Namun ia memahami keputusan pemerintah daerah untuk menunda sebagian pekerjaan hingga setelah Lebaran demi menghindari kemacetan.
“Memang baru sebagian yang selesai, tapi ada benarnya juga jika dilanjutkan setelah Lebaran supaya tidak mengganggu arus kendaraan,” ujar Andi.
Editor: Aspian Nur