Pelaksanaan salat berlangsung khidmat di tengah gema takbir, tahlil, dan tahmid yang telah berkumandang sejak malam hingga pagi hari. Suasana tersebut, menurut Aulia, menjadi simbol kemenangan umat Islam setelah menjalani ibadah selama bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum sakral untuk mensyukuri limpahan rahmat Allah SWT sekaligus memperkuat kualitas keimanan dan ketakwaan.
“Ramadan adalah madrasah rohani yang telah menempa kita. Meski telah usai, nilai-nilai yang dibangun selama sebulan penuh harus terus kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjadikan ibadah Ramadan sebagai landasan transformasi diri, tidak hanya dalam aspek spiritual personal, tetapi juga dalam kehidupan sosial. Menurutnya, keimanan harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta kontribusi nyata kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Aulia mengajak masyarakat untuk mengamalkan prinsip Khairunnas Anfa’uhum Linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama sebagai pijakan dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga memaparkan sejumlah program keagamaan yang menjadi bagian dari visi “Kukar Idaman Terbaik” bersama Wakil Bupati Rendi Solihin. Program-program tersebut difokuskan pada penguatan nilai spiritual masyarakat.
Di antaranya, program “Terima Kaseh Guru Ngaji Ku” yang memberikan insentif bulanan bagi guru mengaji, imam, khatib, dan marbot, serta fasilitas umrah gratis bagi tokoh agama. Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan dukungan sebesar Rp25 juta untuk majelis taklim dan kelompok selawat.
Pemkab Kukar, lanjutnya, turut memperkuat peran sekolah swasta dan pondok pesantren sebagai benteng moral generasi muda melalui peningkatan sarana prasarana dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Di sisi lain, program “Permukiman Idaman Terbaik” diarahkan untuk memastikan ketersediaan rumah ibadah yang layak di setiap kawasan permukiman.
“Seluruh kebijakan ini bukan sekadar program administratif, melainkan ikhtiar menghadirkan nilai-nilai keagamaan sebagai ruh pembangunan daerah,” tegasnya.
Aulia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah serta bijak dalam menyikapi arus informasi digital. Ia mengimbau agar masyarakat mengedepankan sikap kritis dan tabayyun guna menghindari penyebaran hoaks yang berpotensi memecah persatuan.
Menutup sambutannya, Aulia Rahman Basri menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kutai Kartanegara.
“Dengan kerendahan hati, kami memohon maaf atas segala kekhilafan. Semoga Idulfitri ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kembali pada fitrah,” ucapnya.
Ia pun mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M, seraya berharap keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan senantiasa menyertai seluruh masyarakat Kukar.
Editor: Erwin