Pawai takbiran ini dimulai dari Jalan Kyai Hajar Dewantara, lalu peserta diarahkan menuju Simpang empat Pendopo. Kemudian, rombongan berbelok ke Jalan Patimura, mengambil arah kanan ke Jalan Diponegoro. Perjalanan berlanjut melewati Posterpadu hingga tiba di Bundaran Timbau, di mana arah diambil ke kiri. Sesudahnya, peserta memutar balik dan menutup rute di garis akhir Monumen Barat.
Aulia mengatakan, takbiran ini sebagai bentuk rasa syukur setelah seluruh umat muslim menyelesaikan ibadah puasa selama 30 hari penuh.
"Malam ini kita bersuka cita karena sudah melaksanakan puasa selama 30 hari. Sebagai bentuk rasa syukur, kita melakukan pawai takbiran keliling," katanya.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada para peserta pawai agar tetap menjaga keselamatan selama di perjalanan. Seluruh masyarakat diimbau menjaga ketertiban umum.
"Kami imbau mari laksanakan dengan aman dan tertib, jangan saling mendahului. Mudah-mudahan acara ini berjalan baik dan lancar," ujar Aulia.
Sementara, Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kukar AKP Ahmad Fandoli mengaku pihaknya telah mengerahkan personel pengamanan upaya maksimal demi menjamin kelancaran malam takbiran. Fokus pengamanan meliputi pengawalan.
"Personel Satlantas dan Polres telah disebar di sepanjang jalur Tenggarong untuk mengamankan rute patroli serta pawai takbir," jelas Fandoli.
Terkait maraknya pelanggaran kasat mata seperti pengendara tanpa helm saat konvoi, pihak kepolisian memberikan toleransi secara humanis. Namun tindakan tegas akan tetap diambil bagi aktivitas yang membahayakan nyawa.
“Kami berikan toleransi, namun untuk balapan liar akan kami tindak melalui patroli khusus antisipasi," tegasnya.
Kepolisian telah menyiagakan sejumlah pos strategis, mulai dari Pos Terpadu, Pos Yan Lembuswana, Pos Yan Rest Area A dan B, hingga Pos Yan KM 38. Satlantas mengimbau pemudik dan wisatawan untuk selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat.
“Jika capek, silakan istirahat di pos yang tersedia. Jangan dipaksakan berkendara karena keselamatan adalah yang utama," imbau Fandholi.
Editor: Aspian Nur