Baru sepekan lalu terjadi kasus bunuh diri, kejadian serupa kembali terulang Selasa (17/3/2026) malam tadi, yang mana seorang remaja putri ditemukan meninggal dunia di kediamannya dengan dugaan kuat mengakhiri hidupnya sendiri.
Keterangan yang diperoleh Korankaltim.com, remaja putri itu berstatus pelajar sekolah menengah pertama yang masih berusia dibawah 15 tahun.
Kepala Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Muara Jawa Ulu Sebta Natanail menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang kembali terjadi di daerah tersebut.
“Ini menjadi duka bagi kami semua. Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama, terutama dalam meningkatkan pengawasan dan pendampingan terhadap anak-anak,” kata Sebta kepada Korankaltim.com, Rabu (18/3/2026 dini hari.
Dari informasi yang dihimpun, remaja putri itu terakhir terlihat masuk ke kamar usai melaksanakan ibadah salat Tarawih. Beberapa saat kemudian keluarga mencoba memanggilnya namun tidak mendapat respons. Karena pintu dalam kondisi terkunci, keluarga akhirnya membuka paksa dan menemukan anak tersebut dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Remaja putri itu sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Pihak keluarga mengungkapkan sebelumnya anak itu kerap diingatkan untuk lebih fokus pada pendidikan dan membatasi aktivitas yang dinilai belum sesuai dengan usianya. Meski demikian, peristiwa ini masih menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya yang membutuhkan perhatian bersama.
Para tokoh masyarakat menilai, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi terbuka antara orangtua dan anak serta perlunya dukungan emosional yang memadai bagi remaja dalam menghadapi masa pertumbuhan.
Selain itu, lingkungan sekitar juga diharapkan lebih peka terhadap kondisi sosial dan psikologis anak-anak, sehingga dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebta menilai pentingnya pendekatan yang penuh empati, pendampingan yang konsisten serta edukasi mengenai kesehatan mental, hal ini dipercaya mampu membantu remaja menghadapi berbagai tekanan, baik dari lingkungan sosial maupun perkembangan pribadi.
“Peristiwa ini menjadi refleksi bersama kalau perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Upaya menciptakan lingkungan yang aman, suportif, dan ramah anak menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” sebut Sebta.
Sebelumnya peristiwa serupa terjadi di Muara Jawa. Pada Selasa (10/3/2026) pagi pekan lalu, seorang pria ditemukan tergantung di bawah Jembatan Dondang, Kecamatan Muara Jawa. Diduga pria berusia 35 tahun itu bunuh diri dan belakangan diketahui merupakan pasien di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang sering mendapat perawatan di rumah sakit tersebut.
DISCLAIMER: Berita ini ditulis bukan untuk menginspirasi tindakan bunuh
diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah
kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh
diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke
psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Editor Aspian Nur