Langkah perbaikan ini diambil menyusul rentetan insiden kecelakaan yang memakan korban dalam beberapa pekan terakhir.
Jalur utama ini memiliki setidaknya tiga lubang mengaga yang sangat berbahaya bagi pengendara motor. Selain lubang, keberadaan barrier atau pembatas jalan di tengah jalur protokol juga dijuluki warga sebagai Jebakan Batman karena minimnya penerangan dan penanda, sehingga kerap ditabrak pengendara pada malam hari.
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, PU Kukar bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim) mulai melakukan perbaikan intensif di sejumlah titik rusak di Tenggarong, termasuk kawasan Timbau.
Kepala Bidang (Kabid) PU Kukar Linda Juniarti mengatakan, mereka saat ini memprioritaskan penanganan kerusakan jalan di sejumlah titik lain di dalam Kota Tenggarong yang dinilai lebih mendesak dan membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah titik yang menjadi prioritas penanganan sementara di antaranya di depan Jembatan Repo-Repo, pertigaan Lampu Merah Jalan Imam Bonjol, depan Gang Lumpur kawasan Mangkuraja, serta di depan sekitar Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jalan Aji Pangeran Mangkunegoro, Tenggarong.
Perbaikan jalan ini menggunakan metode patching atau penambalan pada titik-titik lubang prioritas guna menjamin keamanan pengguna jalan.
Selain itu ruas Jalan Pesut juga masuk dalam daftar perbaikan sebab kondisi aspal di jalur tersebut sudah banyak yang pecah sehingga membahayakan pengendara saat melintas.
Meski perbaikan telah dimulai, warga Tenggarong berharap pengerjaan dilakukan secara permanen dan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam yang mudah rusak kembali saat terkena hujan deras.
Editor: Aspian Nur