Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) masih menyiapkan perencanaan teknis, karena diduga terdapat jaringan pipa di bawah badan jalan yang memengaruhi struktur tanah.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU, Linda Juniarti, mengatakan kerusakan tersebut memerlukan penanganan lebih matang agar tidak menimbulkan kerusakan berulang.
Menurutnya, nilai pekerjaan yang cukup besar membuat proyek ini tidak dapat dikerjakan melalui mekanisme penunjukan langsung (PL), yang memiliki batas maksimal Rp400 juta.
“Pekerjaannya lumayan besar, jadi tidak bisa menggunakan PL yang maksimalnya Rp400 juta. Saat ini masih dalam proses perencanaan,” kata Linda kepada Korankaltim.com, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan melakukan kajian teknis terlebih dahulu untuk memastikan penyebab kerusakan jalan tersebut. Berdasarkan informasi awal, terdapat dugaan jaringan pipa milik perusahaan air minum yang berada di bawah badan jalan sehingga memengaruhi kekuatan struktur tanah.
“Kami harus rencanakan dulu secara matang karena diduga ada pipa di bawah jalan. Kalau hanya ditambal sementara, nanti bisa terbongkar lagi. Jadi akan kita tangani secara permanen,” ujarnya.
Rencananya, proyek perbaikan jalan tersebut akan dimasukkan dalam proses lelang pada April mendatang setelah tahapan perencanaan dan kajian teknis selesai dilakukan.
Sambil menunggu proses tersebut, Dinas PU saat ini memprioritaskan penanganan kerusakan jalan di sejumlah titik lain di dalam Kota Tenggarong yang dinilai lebih mendesak dan membahayakan pengguna jalan.
Perbaikan dilakukan melalui program pemeliharaan rutin jalan dengan mekanisme penunjukan langsung agar pengerjaan dapat dilakukan lebih cepat, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran.
Sejumlah titik yang menjadi prioritas penanganan sementara di antaranya di depan Jembatan Repo-Repo, pertigaan Lampu Merah–Jalan Imam Bonjol, depan Gang Lumpur kawasan Mangkuraja, serta di depan sekitar Kantor Bapenda.
Selain itu, ruas Jalan Pesut juga masuk dalam daftar perbaikan karena kondisi aspal pada dua jalurnya sudah banyak yang pecah dan berpotensi membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor.
Linda berharap seluruh proses penanganan jalan rusak, baik yang bersifat pemeliharaan rutin maupun perbaikan besar, dapat berjalan lancar sehingga kondisi jalan di dalam Kota Tenggarong kembali aman dan nyaman bagi masyarakat. Terlebih menjelang periode Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan aktivitas dan mobilitas warga.
Editor: Erwin