Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar Linda Juniarti kepada Korankaltim.com Sabtu (14/3/2026) hari ini menjelaskan, beberapa titik kerusakan berupa lubang di badan jalan telah diinventarisasi dan saat ini bertahap diperbaiki agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
“Secara teknis memang ada beberapa titik di dalam kota berlubang dan itu membahayakan pengguna jalan. Kami di Bidang Bina Marga sudah mengalokasikan dana untuk penanganannya,” kata Linda.
Meski begitu tidak semua titik kerusakan dapat langsung ditangani karena keterbatasan anggaran. PU Kukar pihaknya memprioritaskan titik-titik yang dianggap paling mendesak agar bisa diselesaikan sebelum perayaan Lebaran.
Untuk percepatan pekerjaan, perbaikan dilakukan melalui mekanisme penunjukan langsung (PL) dengan nilai kontrak relatif kecil yakni sekitar Rp300 Juta hingga maksimal Rp400 Juta.
“Hari ini sudah mulai berkontrak melalui penunjukan langsung supaya penanganannya bisa cepat. Target kami sebelum Lebaran beberapa titik ini sudah selesai,” sebutnya.
Adapun sejumlah lokasi yang menjadi prioritas perbaikan sementara antara lain di depan Jembatan Repo-Repo, pertigaan Lampu Merah – Jalan Imam Bonjol, depan Gang Lumpur di kawasan Mangkuraja serta di depan sekitar Kantor Bapenda.
Selain itu, perbaikan juga akan dilakukan di ruas Jalan Pesut yang mengalami kerusakan cukup banyak pada dua jalur. Kondisi aspal yang sudah pecah dinilai berpotensi membahayakan pengendara.
“Di Jalan Pesut banyak aspal yang sudah pecah, membahayakan pengendara motor. Itu juga kami perbaiki. Mudah-mudahan besok alat sudah datang untuk melakukan pengecekan menggunakan check hammer,” harap Linda.
Dalam satu tahun anggaran pemerintah daerah memang telah menyiapkan alokasi khusus untuk pemeliharaan rutin jalan. Pada tahun ini total anggaran pemeliharaan mencapai sekitar Rp3 Miliar.
Namun sebagian anggaran tersebut dialihkan untuk perbaikan ruas jalan menuju Beloro Kecamatan Sebulu setelah adanya permintaan langsung dari bupati saat melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.
Perbaikan di jalur tersebut cukup mendesak karena akan digunakan dalam agenda kegiatan daerah pada pertengahan tahun. “Perbaikan di jalan Beloro menuju Sebulu Modern itu diminta langsung oleh Bupati karena akan ada kegiatan MTQ sekitar bulan Juni, jadi sebagian anggaran dialihkan ke sana dan nilainya sekitar dua miliar lebih,” tegas Linda.
Editor: Aspian Nur