Kegiatan diikuti sekitar 30 peserta itu berupa penyampaian orasi di muka umum sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina serta penolakan terhadap penjajahan yang mereka nilai masih terjadi di wilayah tersebut.
Koordinator lapangan aksi, Ahmad Fauzi, memimpin jalannya kegiatan dengan mengajak masyarakat yang melintas untuk menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.
Para peserta membawa sejumlah alat peraga seperti spanduk bertuliskan “Hari Al-Quds Internasional – Indonesia Selalu Bersama Palestina”, poster tokoh Palestina, serta mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina. Mereka juga membagikan selebaran berisi ajakan solidaritas kepada masyarakat.
Dalam orasi yang disampaikan, para peserta aksi menyuarakan dukungan terhadap rakyat Palestina yang dinilai telah lama hidup di bawah tekanan, pengusiran, serta perampasan wilayah yang mereka sebut sebagai tanah suci Yerusalem, tempat berdirinya Masjid Al-Aqsa.
Selain orasi, massa juga mengajak masyarakat Tenggarong untuk menunjukkan solidaritas melalui doa, donasi, serta gerakan boikot terhadap produk yang dianggap terkait dengan konflik di Timur Tengah.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia Kalimantan Timur sekaligus Pembina Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari, Sayid Thoriq Assegaf, menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan semata persoalan agama, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan universal.
Menurutnya, setiap manusia memiliki tanggung jawab moral untuk menolak segala bentuk penindasan yang terjadi di dunia.
“Tidak perlu kita menjadi seorang Muslim untuk menolak apa yang terjadi di Palestina. Cukup sebagai manusia yang memiliki nilai kemanusiaan,” ujarnya kepada awak media di sela-sela kegiatan.
Ia juga menyinggung amanat konstitusi Indonesia yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Menurutnya, pengalaman sejarah bangsa Indonesia yang pernah dijajah menjadikan rakyat Indonesia memiliki empati terhadap bangsa lain yang mengalami nasib serupa.
“Bangsa kita berdiri dari pengalaman pahit dijajah. Karena itu kita sangat merasakan apa yang dialami bangsa-bangsa yang tertindas,” ungkapnya.
Selain alasan kemanusiaan dan kebangsaan, ia juga menyebut dukungan terhadap Palestina sebagai bagian dari nilai keagamaan yang mengajarkan untuk membela kaum tertindas serta menolak ketidakadilan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan dari aparat gabungan. Pengamanan dilakukan oleh personel Polres Kutai Kartanegara, termasuk unsur Intelkam dan Sabhara yang dipimpin Kasat Intelkam Polres Kukar AKP Andi Wahyudi.
Selain itu, pengamanan juga melibatkan unsur intelijen dari Kodim 0906/Kutai Kartanegara, Polsek Tenggarong, serta Satpol PP Kutai Kartanegara.
Kehadiran aparat bertujuan memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan tertib serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Aksi solidaritas ini merupakan bagian dari peringatan Hari Al-Quds Internasional yang setiap tahun digelar di berbagai negara sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Editor: Erwin