Ratusan rumah warga dilaporkan mulai terendam air akibat luapan sungai. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang masih sering terjadi di wilayah tersebut.
Banjir ini terjadi sejak tiga hari lalu, ketinggian air yang terus meningkat hingga paha orang dewasa mulai mengganggu aktivitas harian warga termasuk akses transportasi antardesa dan merendam ratusan rumah warga di dua desa itu.
Camat Muara Kaman, Nadi Baswan mengingatkan kepada khususnya kepada masyarakat di kedua desa terdampak, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan susulan yang masih tinggi.
“Kepada seluruh masyarakat Kecamatan Muara Kaman, khususnya di Desa Menamang Kiri dan Menamang Kanan, kami memohon kerja samanya dalam menghadapi situasi banjir ini. Mengingat keadaan masih sering hujan, kami mohon kiranya para orang tua melakukan pengawasan ketat kepada anak-anak agar tidak bermain di area banjir,” ujar Nadi, Rabu (11/3/2026).
Selain pengawasan terhadap anak-anak, pihak kecamatan juga meminta warga untuk terus memantau kondisi di lapangan dan melaporkan setiap perkembangan signifikan kepada aparat desa maupun tim satuan tugas bencana. Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa atau kejadian yang tidak diinginkan di tengah musibah ini.
Saat ini, pemerintah kecamatan bersama instansi terkait terus memantau titik-titik rawan untuk memastikan keselamatan warga dan mempersiapkan langkah evakuasi jika debit air terus mengalami kenaikan drastis.
Sementara, kini pihaknya telah melakukan pemantauan kondisi banjir di lokasi terdampak. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan dan antisipasi dampak banjir. Masyarakat tetap aman dan tinggal di rumah mereka karena rumahnya merupakan rumah panggung.
“Kami juga imbau masyarakat desa Menamang Kanan dan Menamang kiri agar tetap waspada terhadap kemungkinan meningkatnya debit air apabila curah hujan masih tinggi lokasi ini akan terendam. Untuk pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kami sudah berkoordinasi, mereka stay,” pungkasnya.
Editor: Erwin