Berdasarkan hasil pengecekan dari pihak kepolisian dan koordinasi kepada Rumah Sakit Jiwa (RSJ), R diketahui merupakan pasien gangguan jiwa yang kerap menjalani perawatan.
Aksi nekat ini sempat mengejutkan warga dan tim evakuasi dari Balakar serta Palang Merah Indonesia (PMI). Saat ditemukan, pria tersebut menutupi wajahnya dengan masker ala “ninja”.
Kecurigaan identitas pasien RSJ ini pertama kali muncul saat petugas PMI yang membantu evakuasi mengenali wajahnya.
“Relawan PMI tadi mengenali pria itu, ini pasien saya katanya. Sudah berapa kali saya tangkap karena ngamuk di tempat umum,” ujar Kanit Reskrim Polsek Muara Jawa, Aiptu Subhan Sunu, Selasa (10/3/2026).
Kata dia, menurut keterangan saksi di lapangan, pria tersebut dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak pukul 07.00 WITA dengan alasan pamit untuk jogging.
Namun, keluarga mulai curiga setelah menemukan tali jemuran di rumah hilang, yang ternyata digunakan untuk melakukan aksinya.
Pihak kepolisian yang melakukan pemeriksaan di lokasi menyatakan bahwa tidak ditemukan indikasi kekerasan atau dugaan tindak pidana lain.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Setelah kita cek datanya di Poligewa dan puskesmas setempat, memang benar yang bersangkutan adalah pasien rawat jalan yang rutin periksa dan mengambil obat di RSJ,” ungkapnya.
Meski sering terlihat berjalan sendirian di sekitar jembatan, warga sekitar mengaku tidak berani menegur karena R dikenal fluktuatif dan terkadang mengamuk jika kondisinya sedang tidak stabil.
“Untuk jasad sudah diambil alih keluarga untuk di kebumikan,” tutupnya.
Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun. Bagi anda yang mengalami gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran bunuh diri, segera berkonsultasi ke psikolog, psikiater atau klinik kesehatan mental terdekat.
Editor: Erwin