Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menjelaskan data operasional terus bergerak. Proses verifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) masih berlangsung di berbagai kecamatan.
“Total yang harus dibangun itu 174 titik. Saat ini yang sudah jalan ada 31 wilayah, dengan target terdekat mencapai 78 operasional. Sisanya masih dalam tahap pembangunan serta verifikasi kelayakan alat dan tenaga kerja,” kata Sunggono, Minggu (8/3/2026).
Untuk memastikan target tercapai tahun ini, Aulia Rahman mengambil kebijakan tegas. SPPG yang pembangunannya masih tersendat oleh mitra maka akan difasilitasi langsung oleh Pemda untuk dicarikan solusi atau mitra baru yang lebih berkualitas.
“Kami membantu memfasilitasi agar gedung-gedung yang sudah terbangun bisa segera beroperasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Program ini juga menjadi motor penggerak ekonomi baru. Setiap satu unit SPPG mampu menyerap 30 hingga 50 tenaga kerja, yang diwajibkan berasal dari warga sekitar. Staf Inti, Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan. Kemudian, relawan bagian persiapan, produksi (koki), porsi, hingga distribusi.
Salah satu tantangan besar program ini adalah ketersediaan bahan baku. Sekda Sunggono menyebut, sementara beras dan sayuran melimpah, stok telur masih menjadi perhatian.
“Tahun ini Bupati memerintahkan pembangunan 37 kandang ayam petelur di seluruh kecamatan. Untuk pakan ayam, kita kerja sama dengan Koperasi Merah Putih agar rantai pasoknya mandiri dari dalam daerah,” jelasnya.
Dirinya menegaskan SPPG bukan hanya sekadar bagi-bagi makanan. Ini intervensi pemerintah untuk menurunkan angka stunting. Efeknya sangat berdampak pada, ekonomi desa dapat bergerak karena bahan baku (ikan, daging, sayur) dibeli dari petani lokal, dan anak-anak jadi lebih fokus belajar karena gizi dapat terpenuhi.
Editor: Erwin