Meski tim gabungan telah melakukan penyisiran intensif di area hutan Gunung Karangan, hingga kini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Sahrani dilaporkan menghilang saat hendak memasang bubu atau perangkap ikan di kawasan hutan lebat tersebut. Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar Matan) Kukar bersama relawan sebelumnya telah melakukan pencarian skala besar dengan menyisir kawasan hutan dan area perairan yang dicurigai. Namun hingga saat ini, korban belum berhasil ditemukan.
Ketua RT 03 Loa Tebu, Herni, mengatakan pihak keluarga memutuskan memperpanjang pencarian secara mandiri. Hal itu dilakukan karena prosedur standar operasi (SOP) pencarian oleh tim SAR biasanya memiliki batas waktu tertentu.
Didorong rasa kemanusiaan dan harapan yang masih tersisa, keluarga bersama warga serta relawan setempat melanjutkan pencarian secara swadaya.
Penyisiran mandiri dilakukan dengan membagi relawan ke dalam dua kelompok kecil. Mereka menyisir kembali sejumlah titik yang dianggap rawan atau belum dijangkau secara mendalam pada pencarian sebelumnya.
“Dalam melakukan penyisiran kami membagi tim agar dapat menyebar, tim ini isinya keluarga, warga dan ada tim relawan lokal. Kami melakukan pencarian sejak pukul 09.00 WITA pagi sampai 24.00 WITA, tapi nihil,” ungkap Herni, Minggu (8/3/2026).
Sementara, kombinasi pencarian menggunakan teknologi alat modern, prosedur resmi, serta pendekatan supranatural atau adat (ilmu tradisional) telah dilakukan.
Ia menjelaskan, pria 57 tahun itu terakhir terlihat mengenakan baju lengan pendek berwarna putih abu-abu dan celana panjang serta badan agak berisi. Pencarian hingga kini telah menjangkau jarak sekitar lima kilometer.
Kemudian, kondisi hutan yang sangat lebat dan medan pegunungan menjadi tantangan utama dalam melakukan pencarian tanpa peralatan lengkap.
“Warga setempat terus memberikan dukungan moral bagi keluarga yang masih bertahan di lokasi pencarian. Kami berharap jika ada masyarakat lainnya yang melihat atau memiliki informasi terkait ciri-cirinya agar segera melapor kepada keluarga atau posko relawan terdekat,” harapnya.
Ia menegaskan, fokus utama saat ini adalah terus berupaya melakukan pencarian hingga pihaknya mendapat tanda-tanda di dalam hutan.
“Pokoknya segala usaha sudah dilakukan, pencarian masih berlanjut,” tutupnya.
Editor: Erwin