Kali ini warga di Separi Kampung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, meluapkan kekesalannya dengan menanam sejumlah pohon pisang di tengah badan Jalan L4 yang rusak parah.
Ghazali Rahman, warga setempat mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk sindiran sekaligus protes keras terhadap pemerintah daerah yang dinilai mengabaikan kerusakan jalan tersebut selama bertahun-tahun. Jalan berlubang besar yang menganga kini telah terisi batang pohon pisang.
Warga sudah lelah dengan janji-janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi. Selain menghambat aktivitas ekonomi, kerusakan jalan ini kerap menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua saat musim penghujan tiba karena lubang tertutup oleh genangan air.
"Ini bentuk kekecewaan kami karena jalan tidak diperhatikan sama sekali. Kami tanami pohon pisang, semoga saja dirawat sampai berbuah sekalian kalau memang pemerintah tidak mau memperbaiki," sebut Ghazali, Jumat (6/3/2026).
Jalan Poros L4 merupakan akses vital yang menghubungkan antar desa dan sering dilalui kendaraan pengangkut hasil bumi serta kendaraan operasional perusahaan.
Kerusakan diduga semakin parah akibat beban kendaraan yang melampaui kapasitas jalan serta kurangnya pemeliharaan rutin.
Warga mengancam akan terus membiarkan pohon pisang tersebut tumbuh, bahkan akan menambah jenis tanaman lain, hingga ada tindakan nyata dari pihak berwenang.
Editor: Aspian Nur