Fokus utama pengamanan tahun ini terletak pada pengawasan kapasitas muatan dan kelayakan fasilitas keselamatan kapal di sejumlah dermaga strategis.
Kanit Gakkum Satpolairud Polres Kukar Ipda Rio Hedy Wiyatma mengatakan, mereka sudah mulai memetakan simpul-simpul penjagaan yang tersebar dari wilayah pesisir hingga hulu sungai.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang kerap terjadi pada moda transportasi sungai, terutama di titik-titik padat seperti Dermaga Tenggarong Seberang dan akses menuju wilayah hulu Kukar.
Beberapa langkah konkret yang diambil untuk mudik 2026 meliputi Pemeriksaan Alat Keselamatan, petugas di lapangan diinstruksikan untuk memastikan setiap armada kapal menyediakan life jacket yang cukup dan berfungsi baik bagi seluruh penumpang.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan posko pengamanan dan pelayanan di berbagai titik, mulai dari Samboja hingga wilayah hulu. Kemudian Monitoring Kapasitas, nahkoda kapal diminta bekerja sama secara ketat untuk tidak melebihi kapasitas muatan (overloading) demi mencegah kecelakaan air.
Selanjutnya, rekayasa arus di dermaga, optimalisasi alur keluar-masuk penumpang di dermaga guna menghindari penumpukan massa saat puncak arus mudik yang diprediksi terjadi dalam dua gelombang pada pertengahan Maret 2026.
"Kami berharap arus mudik tahun ini berjalan lancar tanpa kendala. Kerja sama dari para nahkoda dan kedisiplinan penumpang sangat krusial agar pelayaran tetap aman," tegas perwakilan pihak berwenang dalam persiapan Operasi Ketupat 2026.
Masyarakat yang akan menggunakan transportasi perairan diimbau untuk memantau prakiraan cuaca dari BMKG mengingat curah hujan diprediksi masih mendominasi selama periode Lebaran 2026.
Editor: Aspian Nur