Berdasarkan temuan langsung di lapangan, Hendra menyoroti dua masalah utama seperti penyalahgunaan lem (ngelem) kemudian dilanjut dengan aksi balap liar yang dilakukan oleh oknum anak muda pada malam hari.
“Kami ingatkan kepada orang tua untuk mencari dan memastikan anak-anak sudah berada di rumah pada jam malam hari. Jangan biarkan anak berkeliaran tanpa pengawasan hingga larut malam,” kata Hendra, Rabu (4/3/2026).
Penyalahgunaan lem, ditemukan fakta adanya aktivitas anak mengisap lem fox yang sangat merusak kesehatan saraf dan masa depan anak itu.
Efek dari menghirup lem menyebabkan kondisi langu atau teler. kemudian aksi balap liar (trek-trekan), tidak hanya membahayakan diri mereka sendiri, tetapi juga mengancam nyawa pengguna jalan lain.
Seluruh warga diajak untuk waspada dan rajin mengontrol tempat nongkrong anak-anak guna mencegah fenomena aneh ini semakin meluas.
"Jika saya bukan Kepala Desa, saya tidak akan berani mencampuri urusan pribadi keluarga orang lain. Namun, demi kebaikan anak-anak kita dan menjaga masa depan mereka, hal ini harus saya sampaikan. Semoga anak-anak kita bisa berubah menjadi lebih baik. Langkah kedepan kami akan terus patroli untuk mencegah kenakalan yang dilakukan oleh para oknum remaja ini,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur