Kegiatan dipusatkan di Masjid Al Hayat, Dusun Ujung Baru, Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, dirangkai dengan silaturahmi bersama masyarakat serta penyerahan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan. Sekitar 250 warga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Camat Kota Bangun Darat Julkifli menyampaikan apresiasi atas kehadiran bupati. “Kehadiran bupati tentu membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung percepatan pembangunan di Kecamatan Kota Bangun Darat,” kata Julkifli.
Sementara Aulia Rahman Basri menegaskan kalau Safari Ramadan merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, menyerap aspirasi, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Silaturahmi ini menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menyelaraskan program pembangunan dengan kebutuhan riil di lapangan,” kata Aulia.
Orang nomor satu Kukar ini juga menekankan kegiatan ini sejalan dengan Misi 2 RPJMD 2025–2029, termasuk Program Dedikasi “Petani/Nelayan Kukar Tangguh”, Program “Desa-Ku Terbaik” dengan alokasi khusus Rp100 Miliar, serta dukungan Program “RT-Ku Terbaik” dengan dana Rp150 Juta per RT yang dikelola secara komunal.
Dalam kesempatan tersebut Pemkab Kukar menyerahkan bantuan kepada warga prasejahtera sebagai bagian dari Program “Kukar Etam Sejahtera” yang bertujuan memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu.
“Bantuan ini adalah wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegasnya.
Masyarakat Desa Kota Bangun III diaja menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri dan memperkuat akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan silaturahmi yang kuat dan ukhuwah yang kokoh, insya Allah Desa Kota Bangun III akan menjadi desa yang maju, sejahtera, dan penuh berkah,” harapnya.
Turut mendampingi bupati diantaranya Kepala Dinas Perkebunan Kukar Muhammad Taufik, Plt Kepala Dinas Perkim M Aidil, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Arianto juga Kabag Kesra Fathul Alamin. Hadir pula unsur Forkopimcam, tokoh agama, pengurus NU, dan para kepala desa se-Kota Bangun Darat.
Editor: Aspian Nur