Kegiatan yang berlangsung di Jalan Pesut, Gang Pemenang No. III RT 20, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong itu dihadiri sekitar 400 undangan dari berbagai unsur masyarakat.
Acara dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, bersama Wakil Bupati Rendi Solihin juga unsur Forkopimda, jajaran DPRD Kukar, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Dari jajaran TNI dan Polri tampak Dandim 0906/Kkr Letkol Arm Benny Budiman serta Wakapolres Kukar Kompol Izhiparuddin Faris Raharja Putra. Hadir pula Kepala Bidang Haji dan Umrah Kemenag Kukar H. Nurjali Ahmad, Wakil Ketua I DPRD Kukar Abd. Rasid, Camat Tenggarong Syukur Eko Budi Santoso, dan sejumlah tokoh paguyuban.
Ahmad Yani menyebut Ramadan merupakan bulan yang selalu dinantikan umat Islam. Tradisi buka puasa bersama sebagai sarana sederhana namun bermakna dalam menciptakan dan melestarikan kedamaian di tengah masyarakat.
“Selain mempererat silaturahmi, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk berdoa bersama, memohon ampunan dan mensyukuri nikmat sehingga kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan,” ujar legislator nomor satu Kukar ini.
Seluruh hadirin menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga tercipta harmoni dan kebersamaan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Tausiyah disampaikan H. Nurjali Ahmad yang dalam ceramahnya mengingatkan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sarana untuk mencapai derajat takwa.
“Takwa adalah kesadaran mendalam bahwa Allah selalu mengawasi setiap keadaan kita. Orang yang bertakwa akan menjaga diri dari perbuatan dosa, baik terang-terangan maupun tersembunyi,” jelasnya.
Puasa disebutnya melatih keikhlasan karena meskipun tidak ada yang melihat, seorang muslim tetap menahan diri demi menjalankan perintah Allah SWT.
Menurutnya, Ramadan juga menjadi momentum untuk memperbanyak amalan, membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah dan membantu sesama.
“Puasa menumbuhkan empati kepada mereka yang kurang beruntung. Kepedulian itu adalah bagian dari ketakwaan dan bentuk kepatuhan kepada Sang Pencipta,” tuturnya.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan, tausiyah, doa bersama hingga buka puasa dan salat Magrib berjamaah.
Editor: Aspian Nur