Melalui Bidang Perlindungan dan Penyelamatan Arsip (P2A), kegiatan penyelamatan arsip dilaksanakan selama dua hari di Gedung Record Center Dinas PU Kukar, Kompleks Perkantoran Bupati Kukar, Sabtu (28/2/2026) akhir pekan tadi.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antarperangkat daerah dalam menjaga keberlangsungan dokumen negara yang memiliki nilai administrasi, hukum dan akuntabilitas pemerintahan di Kabupaten Kukar.
Kepala Dinas PU Kukar Wiyono bersama Pengelola Unit Kearsipan (UK) dan Unit Pengolah Pencipta Arsip (UPPA) Dinas PU Kukar memimpin kegiatan ini.
Sementara dari Diarpus Kuka rada Kepala Bidang P2A Varia Fadillah bersama Tim Penyelamatan Arsip Bencana yang terdiri dari Rosita Ningsih dan Sapri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan akuisisi arsip dari lokasi terdampak banjir, yang kemudian dipindahkan ke Gedung Record Center Dinas PU Kukar untuk penanganan lebih lanjut. Proses ini dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Penyerahan Arsip Bencana dari UPPA Sub Bagian Keuangan dan Aset serta Bidang Bina Marga kepada Unit Kearsipan Dinas PU Kukar.
Tahapan berikutnya meliputi penyusunan risalah kejadian bencana serta pemilahan arsip berdasarkan tingkat kerusakan. Arsip yang mengalami kerusakan akibat terendam air, sebagian bahkan membatu dipisahkan dari arsip yang masih dalam kondisi baik.
Langkah cepat ini penting untuk memastikan arsip tetap terjaga keberadaan, keutuhan, serta informasi yang terkandung di dalamnya.
“Kegiatan kemarin itu bukan hanya penyelamatan fisik dokumen, tetapi juga upaya menjaga memori kelembagaan dan akuntabilitas pemerintah daerah. Arsip adalah sumber informasi vital yang harus dilindungi, terlebih saat terjadi bencana,” kata Varia dikonfirmasi Korankaltim.com, Senin (2/3/2026).
Wiyono memberikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Diarpus Kukar dan menilai sinergi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun sistem perlindungan arsip yang lebih tanggap dan terstandar.
“Bencana bisa datang kapan saja. Dengan adanya pendampingan ini, kami semakin memahami pentingnya prosedur penyelamatan arsip dan pengelolaan pascabencana agar administrasi pemerintahan tetap berjalan dengan baik,” kata Wiyono.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan perangkat daerah dalam menghadapi risiko bencana terhadap arsip. Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bagian dari penguatan sistem perlindungan arsip yang sistematis dan berkelanjutan.
“Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menegaskan komitmennya untuk menjaga arsip sebagai aset informasi strategis yang mendukung transparansi, akuntabilitas, dan kesinambungan tata kelola pemerintahan,” sebut Varia lagi.
Editor: Aspian Nur