Manager PLN ULP Tenggarong, Hasmon Karaeng, menjelaskan bahwa pemadaman dipicu oleh lonjakan beban listrik yang signifikan. Akibatnya, fuse atau pengaman pada gardu distribusi putus karena beban yang terukur melebihi kapasitas terpasang.
“Pemadaman yang terjadi di beberapa pelanggan daerah Kampung Baru diakibatkan kenaikan beban signifikan saat bulan puasa. Ada fuse di gardu yang putus dan setelah diukur bebannya melebihi fuse yang terpasang,” kata Hasmon kepada Korankaltim.com, Minggu (1/3/2026) malam.
Sebagai langkah cepat penanganan, petugas langsung mengganti fuse dengan kapasitas yang lebih besar. Dari sebelumnya 200 ampere, kini ditingkatkan menjadi 300 ampere guna menyesuaikan dengan beban yang ada.
Lebih lanjut, pihak PLN memastikan akan melakukan tindak lanjut agar kejadian serupa tidak terulang. Petugas dijadwalkan melakukan inspeksi dan pengukuran beban di gardu terdekat.
“Tindak lanjutnya, petugas akan inspeksi dan mengukur beban di gardu terdekat. Jika memungkinkan, sebagian beban akan dimanuver agar tidak menumpuk pada satu gardu,” jelasnya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang terjadi, terlebih karena pemadaman berlangsung saat waktu krusial menjelang berbuka puasa yang merupakan beban puncak pemakaian listrik.
Sementara itu, salah satu warga terdampak menyebutkan l selama bulan Ramadan ini, pemadaman serupa sudah terjadi sebanyak tiga kali. Gangguan listrik biasanya terjadi menjelang berbuka puasa dan berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WITA.
Warga berharap langkah evaluasi dan penyesuaian beban yang dilakukan PLN dapat menjadi solusi permanen, sehingga aktivitas masyarakat selama Ramadhan tidak lagi terganggu oleh pemadaman listrik mendadak.
“Anehnya hanya enam rumah yang terdampak. Kami sudah melaporkan ke pihak terkait, tapi masih saja terulang,” tuturnya.
Editor: Erwin