Peristiwa nahas itu terjadi setelah perahu yang digunakan korban untuk mencari ikan diduga hancur akibat tersambar petir saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut sekitar pukul 17.00 Wita.
Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar), Eko Surywainata, menjelaskan berdasarkan laporan keluarga, korban berangkat melaut untuk mencari ikan dengan cara merengge.
Namun, saat tiba di kawasan Cerucuk, cuaca tiba-tiba memburuk disertai hujan deras. Tidak lama kemudian, petir menyambar perahu yang ditumpangi korban hingga hancur.
Setelah kejadian, nelayan dan tim relawan yang berada di sekitar lokasi segera melakukan pencarian.
“Untuk di lokasi kejadian, ada ditemukan serpihan kapal yang hancur dengan alat tangkap (rengge) milik korban yang mengapung di air,” kata Eko.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian pria kelahiran Muara Kembang, 3 Agustus 1989, yang berdomisili di Jalan Muara Ulu Kecil RT 05, masih dilakukan oleh tim gabungan dengan menyisir tempat kejadian perkara (TKP).
Editor: Erwin