Polres Kukar memberikan peringatan khusus pada titik-titik rawan seperti pasar Ramadan, toko ritel, hingga jasa penukaran uang tidak resmi.
Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda menjelaskan, momen pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak sering kali dimanfaatkan oknum nakal untuk menyisipkan upal.
“Kami ingatkan masyarakat waspada. Periksa setiap lembar uang yang diterima, jangan sampai lengah karena transaksi yang berlangsung dengan cepat,” ujar Kompol Roganda, Minggu (1/3/2026).
Untuk menangkal modus ini, kepolisian meminta warga kembali mendisiplinkan metode 3D yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Roganda menjelaskan uang asli memiliki detail presisi, tekstur kasar pada bagian tertentu, serta benang pengaman dan tanda air yang jelas saat diarahkan ke cahaya.
Ia juga memberikan peringatan keras bagi warga yang terlanjur menerima uang yang dicurigai palsu agar tidak mencoba membelanjakannya kembali kepada pedagang lain.
“Mengedarkan kembali uang yang diduga palsu tidak diperbolehkan, meski alasannya karena tidak ingin rugi. Jika menemukan uang mencurigakan laporkan ke Kantor Polisi terdekat,” tegasnya.
Selain kewaspadaan saat berbelanja, polisi menyoroti kemunculan jasa penukaran uang receh di pinggir jalan. Meski menawarkan kemudahan, praktik ini dinilai berisiko tinggi karena tidak ada jaminan keaslian uang.
“Kami sarankan masyarakat untuk melakukan penukaran di kanal resmi seperti yang difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI) atau perbankan konvensional,” ujar Roganda.
Selama periode lebaran, Polres Kukar memastikan akan terus meningkatkan sosialisasi dan pengawasan di lapangan guna menjamin keamanan transaksi masyarakat di wilayah setempat.
Editor: Erwin