Peristiwa ini terjadi pada pukul 03.16 WITA, saat sebagian besar warga hendak menyantap hidangan sahur.
Koordinator Lapangan (Korlap) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Eko Suryawinata mengatakan, menurut keterangan warga di lokasi, kencangnya embusan angin membuat material atap rumah tidak mampu bertahan dan terlepas dari struktur bangunan.
"Kejadiannya saat hujan deras dan angin kencang tiba-tiba warga kaget ada suara keras ternyata atap terbang," ujar Eko.
Saat kejadian, penghuni masih berada di dalam rumah dan dipastikan tidak ada korban luka-luka maupun jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerusakan material cukup signifikan.
"Alhamdulillah, kondisi semua penghuni rumah aman dan selamat," tambahnya.
Selain merusak atap rumah warga, cuaca ekstrem menyebabkan sebuah pohon di Loa Pari tumbang dan sempat memblokir jalan.
“Untuk pohon tumbang sudah di tangani oleh relawan Loa Pari dan anggota BPBD, lokasi sekarang sudah aman,” ungkapnya.
BPBD Kukar mengimbau saat cuaca ekstrem, masyarakat untuk tetap waspada, mengingat cuaca ekstrim yang sering terjadi secara mendadak.
Warga juga diharapkan rutin mengecek kekuatan struktur atap dan memangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar pemukiman guna meminimalisir risiko dampak angin kencang.
“Sudah dibantu oleh warga mereka bergotong-royong untuk membersihkan puing-puing material dan memberikan bantuan darurat kepada keluarga yang terdampak, pihak PLN sudah datang untuk memastikan kondisi kabel listrik di lokasi itu,” tandasnya.
Editor: Erwin