Jalan yang hancur sepanjang enam kilometer itu merupakan akses utama masyarakat untuk keluar-masuk desa dan mengangkut hasil pertanian.
Warga, Wanda (28) mengungkapkan, kondisi jalan masih tanah dan belum ada perbaikan sehingga saat hujan turun jalan tersebut berubah menjadi lumpur dan sulit untuk dilewati oleh kendaraan.
“Kalau cuaca masih sering hujan pasti akan sulit sekali untuk keluar masuk Dusun,” ucapnya, Kamis (26/2/2026).
Kondisi jalan saat ini membuat aktivitas masyarakat tidak lancar dan membahayakan jika masyarakat melintasi jalan tersebut, terlebih posisi jalan diapit oleh anak sungai dan kolam tambang.
“Kami merasakan kondisi seperti ini bukan hanya 1 atau 2 tahun tapi puluhan tahun. Kemudian untuk semenisasi jalan baru sampai di Bensamar. Kami harap pemerintah juga dapat memfokuskan perhatiannya kepada Dusun Pondok Labu dalam perbaikan infrastruktur dan lainnya,” harapnya.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti mengaku akan melakukan pengecekan ke lokasi jalan tersebut.
Kata dia, penanganan jalan ini bukan hanya di Dinas Pekerja Umum (PU) saja, tetapi ada juga di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
“Saya belum mengetahui apakah jalan itu kewenangan Dinas PU atau bukan. Karena untuk jalan di Kecamatan Tenggarong khususnya jalan poros hampir semua sudah dilakukan pengecoran jalan,” sebut Linda.
Ia menegaskan, jika jalan tersebut merupakan kewenangan instansinya, maka pihaknya berkomitmen untuk melakukan perbaikan.
Editor: Erwin