Insiden terjadi sekitar pukul 09.40 WITA, diduga dipicu oleh aksi perundungan (bullying) yang dilakukan korban, yang juga merupakan kerabat pelaku.
Kondisi di lokasi tampak banyak ceceran darah korban yang membasahi lantai sekolah. Pihak sekolah segera menghubungi tenaga medis untuk mengevakuasi korban yang mengalami luka tusuk. Sementara itu, pelaku langsung diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
“Tadi dia mengaku kalau pisau itu dibawa dari rumah,” kata salah satu penjaga sekolah yang tak ingin disebutkan namanya.
Ia menjelaskan, kejadian bermula saat jam pelajaran berlangsung. Terduga pelaku yang dikenal sebagai sosok pendiam, nekat menyerang korban dengan senjata tajam jenis pisau pada bagian kaki kiri hingga mengakibatkan darah berceceran di lantai sekolah.
Salah satu anggota keluarga korban sekaligus keluarga terduga pelaku, Gery, mengungkapkan bahwa keponakannya merupakan anak yang tidak suka diganggu, sedangkan korban, yang juga keponakannya, disebut sering berbuat jahil.
“Yang nusuk itu anaknya memang pendiam dan tidak suka diganggu. Sementara korban memang diakui cukup jahil,” ujar Gery.
Kini, korban telah dibawa ke RSUD AM Parikesit Kecamatan Tenggarong Seberang untuk dilakukan perawatan.
Hingga berita ini terbit, pihak Polsek Loa Kulu masih tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi guna mendalami motif pasti di balik tindakan nekat remaja tersebut.
Editor: Erwin