Meski 163 unit armada truk, konvektor, hingga pick-up sanggup mengangkut seluruh sampah tersebut, masalah besar telah menanti di wilayah hilir.
“Kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) kita diperkirakan akan penuh pada tahun 2027. Ini masalah yang sangat mendesak. Kita harus segera memikirkan pemindahan lokasi TPA ke kawasan yang lebih luas dan representatif,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, Selasa (24/2/2026).
Saat ini, DLHK tengah menimbang beberapa alternatif lokasi untuk TPA baru, di antaranya, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Jahab, Desa Bendang Raya, Rapak Lambur.
“Lokasi-lokasi tersebut kami lihat cukup luas, tapi ini belum pasti karena masih dalam tahap kajian,” ucapnya.
Selain mencari lahan baru, DLHK Kukar juga mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari rumah melalui Bank Sampah. Tujuannya agar volume sampah yang berakhir di TPA bisa berkurang drastis.
Kata Tri, sampah organik bisa diolah menjadi kompos atau digunakan untuk budidaya maggot sebagai pakan ternak. Sementara sampah anorganik seperti plastik bekas minuman bisa didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomis.
Pemkab Kukar juga memberikan dukungan konkret melalui program anggaran Rp150 juta per RT. Dirinya mendorong agar dana tersebut dimaksimalkan untuk pengelolaan sampah di tingkat paling bawah.
“Dalam juknisnya, dana RT itu bisa digunakan untuk pengelolaan sampah. Bisa untuk pengangkutan di wilayah masing-masing, atau bahkan mengadakan pelatihan pengolahan sampah. Kami ingin masalah sampah tuntas dari lapisan terbawah, sehingga yang sampai ke TPA benar-benar hanya residu,” jelasnya.
Terkait fasilitas, kini Pemkab Kukar telah membantu pengadaan truk sampah di hampir seluruh kecamatan pada tahun lalu. Selain itu, pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) terus dikebut.
“Tahun lalu sudah terbangun TPS3R, seperti di Loa Tebu, Loa Kulu, dan Muara Kaman,Tabang dan lainnya. Fungsi TPS3R ini sangat vital untuk memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang, yang secara otomatis membantu mengurangi beban volume sampah Kukar,” tutupnya.
Editor: Erwin