Meski selama ini Kalimantan dianggap sebagai pulau yang relatif aman, kejadian ini menjadi pengingat bahwa dampak gempa dari wilayah Malaysia tetap bisa menjangkau warga karena berada dalam satu daratan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Kartanegara (Kukar), Abdal mengatakan meski beberapa warga melaporkan adanya getaran, situasi di wilayah Kukar, khususnya Tenggarong, dipastikan tetap kondusif.
“Kami ingatkan masyarakat untuk tetap waspada, tetapi tidak panik. Kejadian ini menjadi pengingat kalau edukasi kebencanaan, termasuk gempa bumi, perlu terus kita sampaikan,” ujar Abdal, Senin (23/2/2026).
Ia menekankan, kunci utama saat menghadapi gempa adalah ketenangan. Warga diminta untuk menjauh dari bangunan tinggi atau konstruksi yang kurang kokoh guna menghindari risiko reruntuhan.
“Jika terjadi gempa, langkah standarnya adalah berlindung di bawah meja yang kokoh atau menjauh dari benda-benda yang bisa jatuh. Utamakan keselamatan diri,” tambahnya.
Terkait kekhawatiran akan tsunami, Abdal menjelaskan, risiko untuk wilayah daratan seperti Tenggarong sangat kecil, sebab, lokasi ini jauh dari pesisir pantai.
Selama ini, kata dia, sosialisasi spesifik mengenai gempa bumi di Kalimantan memang belum masif dilakukan karena persepsi risiko yang rendah. Namun, berkaca dari getaran gempa Palu di masa lalu hingga kejadian Sabah semalam, BPBD Kukar berencana meningkatkan intensitas edukasi.
“Melalui bidang pencegahan dan kesiapsiagaan, edukasi terkait langkah-langkah menghadapi gempa akan lebih kami tekankan ke depannya,” tegasnya.
Kini, warga diharapkan terus memantau informasi dari sumber terpercaya seperti laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan meningkatkan literasi mandiri mengenai tata cara penyelamatan diri saat bencana terjadi.
Editor: Erwin