Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Suparman, menyampaikan bahwa perubahan tersebut merupakan komitmen jajaran Lapas Tenggarong untuk menjamin layanan pemasyarakatan tetap berjalan optimal meski dalam suasana berpuasa.
Ia menjelaskan, penyesuaian dilakukan khususnya pada layanan kunjungan dan penitipan barang. Jika pada hari biasa terdapat pembagian jadwal kunjungan antara tahanan dan narapidana yang terbagi dalam tiga sesi, selama Ramadan kunjungan dilaksanakan dalam satu sesi.
Selain itu, durasi kunjungan diperpanjang tanpa pembagian jadwal antara tahanan dan narapidana. Penitipan barang dan makanan juga dilakukan pada hari yang sama, yakni Senin hingga Kamis. Sementara itu, pada Sabtu layanan hanya dibuka untuk penitipan barang dan makanan.
“Untuk layanan kunjungan dimulai dari pukul 09.00 sampai dengan 12.00 Wita dan penitipan barang serta makanan dimulai pada pukul 12.00 sampai dengan 14.00 Wita,” ungkap Suparman, Kamis (19/2/2026).
Lanjutnya, Lapas Kelas IIA setiap Jumat selama Ramadan akan memberikan kesempatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk berbuka puasa bersama dengan keluarganya.
“Untuk skema dan mekanismenya sementara kami siapkan dan tetap memperhatikan aspek keamanan juga dalam pelaksanaannya,” ujarnya.
Kata dia, terkait remisi khusus Idulfitri, Suparman menyampaikan pihaknya saat ini sedang menyiapkan pengusulan tersebut.
Kini, total WBP yang di usulkan sebanyak 637 orang dari total penghuni saat ini sebanyak 1.339 orang, jumlah usulan juga kemungkinan bisa bertambah mengingat sebanyak 421 orang tahanan sedang menjalani proses persidangan.
“Semoga kita dapat selalu menjaga Kondusifitas mematuhi aturan tata tertib dan menghindari konflik demi kenyamanan beribadah bersama. Saling menghormati antara warga binaan yang berpuasa dan yang tidak berpuasa. Petugas juga harus waspada melakukan deteksi dini tanpa mengurangi kualitas pelayanan humanis,” tutupnya.
Editor: Erwin