Steven, pria berusia 50 tahun warga RT 22, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara, Kota Samarinda itu dinyatakan hilang secara misterius saat berburu malam hari pada 28 Januari atau hari Rabu, sekitar pukul 22.00 WITA.
Siapa sangka pria paruh baya itu ditemukan juga pada hari Rabu (18/2/2026) kemarin.
Awalnya, Steven dilaporkan hilang setelah meninggalkan pondok yang berada di kebun wilayah Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Selama 21 hari, keberadaannya tidak diketahui hingga memicu kekhawatiran keluarga.
Pencarian telah diakhiri oleh tim gabungan sejak Senin (16/2/2026) kemarin setelah sebelumnya menerima laporan keluarga Steven 8 Februari.
Pihak keluarga yang masih penasaran terus melakukan pencarian dan kemarin berhasil menemukan Steven di sebuah pondok dalam kebun yang terletak di area jalur hauling milik PT MSJ KM 38 dengan selamat.
Saat ditemukan, Steven dalam kondisi fisik yang lemas dan mengalami trauma berat, raut wajah menujukan ketakutan yang mendalam akibat pengalaman tersesat di tengah hutan belantara selama hampir satu bulan.
“Pihak keluarga dapat laporan kalau ada orang tersesat dan menyebutkan ciri-ciri yang sama pada siang Senin itu, tanpa membuang waktu, mereka langsung mengevakuasi Steven dari lokasi penemuan dan membawanya pulang ke rumahnya yang ada di Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara,” kata Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Korlap BPBD) Kukar Eko Suryawinata Kamis (19/2/2026).
Sampai saat ini Steven tidak bisa memberikan keterangan tentang apa yang telah dialaminya di hutan selama kurang lebih hampir satu bulan.
“Kalau info dari keluarganya, diduga kejadian ini terkait dengan hal-hal mistis. Seperti itulah keterangan dari keluarganya," jelas Eko lagi.
Saat ini Steven telah berkumpul kembali bersama keluarga untuk menjalani masa pemulihan fisik dan mental pasca insiden yang di alaminya.
Editor: Aspian Nur