Upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Tanah Datar untuk menyisir data ibu hamil di wilayah tersebut juga belum membuahkan hasil.
Kepala Desa Tanah Datar, Anwar, menyatakan bahwa setelah melakukan validasi terhadap 23 ibu hamil yang terdaftar, tidak ditemukan indikasi mencurigakan pada para ibu yang telah melahirkan.
“Hasil validasi data kami menunjukkan tidak ada yang mencurigakan dari 23 ibu hamil yang telah melahirkan itu,” kata Anwar, Rabu (18/2/2026).
Meskipun pendataan di tingkat desa belum memberikan petunjuk, Anwar menegaskan aparat kepolisian masih terus melakukan pencarian bukti-bukti baru dan keterangan saksi untuk dikembangkan demi mengungkap identitas orang tua bayi malang tersebut.
“Kepolisian masih bekerja sampai saat ini. Kami dari pihak desa hanya membantu memberikan data ibu hamil dan ibu yang baru saja melahirkan sebagai bahan penyelidikan kepolisian,” jelasnya.
Terkait motif di balik aksi pembuangan bayi itu Anwar tidak dapat berkomentar. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum akan di jalankan oleh pihak kepolisian.
“Itu ranah kepolisian. Kami tidak berani menduga-duga, tugas kami memastikan pendataan ibu hamil dan melahirkan agar dapat membantu kerja polisi,” tegas Anwar.
Sementara, kondisi kesehatan sang bayi dalam keadaan stabil di bawah pengawasan tenaga medis. “Kami juga berharap kepada masyarakat untuk dapat membantu menginformasikan apabila ada yang mengetahui keberadaan orang tua bayi itu,” harapnya.
Editor: Erwin