Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Kukar Tenggarong ini dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah daerah, legislatif, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan.
Mengusung tema “Aktualisasi Peran Kahmi Memperkuat Sinergitas Daerah dan Mempertegas Kembali Pengabdian untuk Umat dan Bangsa”, forum tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus regenerasi kepemimpinan Kahmi dan Forhati Kukar untuk masa bakti 2025–2030.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Rektor Universitas Kutai Kartanegara Prof. Ince Raden, unsur Forkopimda, serta perwakilan organisasi perangkat daerah.
Dalam arahannya, Aulia Rahman Basri menegaskan kiprah Kahmi dan Forhati tidak dapat diragukan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Banyak tokoh nasional lahir dari rahim HMI, yang berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan bangsa.
Ia juga menyinggung sejarah berdirinya Forhati yang lahir pada 22 Desember 1998, bertepatan dengan momentum Hari Ibu, sebagai bagian dari penguatan peran perempuan alumni HMI dalam pembangunan.
“Harapan kami ke depan, kehadiran Kahmi dan Forhati di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat memberikan kontribusi yang nyata dan konstruktif dalam percepatan pembangunan daerah,” tegasnya.
Aulia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi Kahmi/Forhati dengan berbagai lembaga, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, hingga media, sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kukar.
Dukungan pemikiran dan gagasan dari kalangan alumni intelektual sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi pembangunan Kukar 2025–2030, yakni “Kutai Kartanegara Idaman Terbaik”, dengan arah pembangunan pada penguatan fondasi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju, sejahtera, serta berkelanjutan. “Kami harap kegiatan ini melahirkan rekomendasi dan pokok-pokok pikiran konstruktif demi percepatan pembangunan daerah,” tegas Aulia.
Dalam agenda musyawarah, forum juga menetapkan susunan Presidium Kahmi/Forhati terpilih. Ketua Dewan Pakar Kahmi Kukar dijabat oleh Ahmad Yani, didampingi sejumlah tokoh lainnya, yakni Abdul Rasid, Marwan, Aulia Rahman Basri, Dedi Sudarya, dan Lukman.
Musda ini menjadi tonggak penting regenerasi kepemimpinan di tubuh Kahmi dan Forhati Kukar, sekaligus mempertegas komitmen alumni HMI dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Editor: Aspian Nur