Surat Keputusan susunan pengurus PWI Kukar periode 2025–2028 dibacakan Sekretaris PWI Kukar, Achmad Shahab. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Kukar yang digelar Desember 2025 dan menetapkan Andi Wibowo sebagai Ketua PWI Kukar untuk masa bakti tiga tahun ke depan.
Rahman, sapaan akrab Abdurrahman Amin, mengapresiasi kepada para ketua PWI Kukar sebelumnya, mulai dari Wahidin Noor, Desman Minang Endianto, Bambang Irawan hingga kepengurusan saat ini. Menurutnya, kesinambungan kepemimpinan menjadi kunci eksistensi organisasi.
Rahman menyebut Awi, sapaan akrab Andi Wibowo, adalah atlet catur Kalimantan Timur pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang rencananya akan digelar di Lampung dan berharap kiprah tersebut mampu memberi kontribusi bagi PWI Kaltim.
Selain itu, ia juga menyinggung hasil peringatan Hari Pers Nasional di Serang, Banten, termasuk rencana perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) pada periode mendatang. Salah satu poin penting, pemilihan ketua provinsi akan dilakukan dengan memberikan hak suara kepada seluruh anggota berstatus biasa.
Kepengurusan baru diharapkan menjaga solidaritas dan soliditas organisasi. Dari total sekitar 60 anggota PWI Kukar, setiap program kerja diharapkan berdampak nyata, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga bagi kehidupan pers dan masyarakat luas.
“Menjaga marwah dan martabat profesi bukan hanya soal kompetensi dan kesejahteraan, tetapi juga penegakan kode etik. Kita harus terus berjuang menjaga martabat profesi,” tegas Rahman.
Tantangan yang dihadapi dunia pers, mulai dari disrupsi digital akibat perkembangan internet, hantaman pandemi Covid-19, hingga gelombang kecerdasan buatan (AI). Tantangan lain yang tak kalah berat adalah pemotongan anggaran yang berdampak pada industri media dan insan pers.
Menjaga eksistensi profesi sangat berkaitan dengan kepercayaan publik (public trust). Ditengah menjamurnya jumlah media, reputasi wartawan profesional menjadi kunci.
“Bukan hanya apa yang diberitakan, tetapi siapa yang memberitakan. Reputasi dan integritas wartawan harus dijaga,” ucap Rahman.
Wakil Ketua PWI Kukar Saiful Aulia menyebut momentum pelantikan menjadi awal konsolidasi organisasi agar program kerja yang telah disusun dapat segera direalisasikan.
Sementara Awi menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) wartawan, sekaligus membangun sinergi lintas sektor dengan semangat kebersamaan dan koordinasi yang solid.
“Mari jadikan PWI sebagai wadah untuk belajar dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Saya mengajak seluruh pengurus bekerja dengan tanggung jawab dan menjunjung tinggi profesionalisme,” ucap Awi.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, yang membacakan sambutan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Hadir pula Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Anggota DPRD Kukar Fraksi PKB Desman Minang Endianto yang juga mantan Ketua PWI Kukar, Ketua PCNU Kukar KH Asikin, Plt Kepala Diskominfo Kukar Solihin, Kabag Prokom Ismed, unsur Forkopimda, serta perwakilan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).
Bupati menegaskan pers bukanlah musuh pemerintah, melainkan mitra strategis dalam pembangunan daerah, , pers memiliki tiga fungsi utama. Pertama, sebagai pendidik masyarakat melalui penyajian informasi yang akurat dan mencerahkan. Kedua, mengawal kebijakan pemerintah agar tetap sesuai amanah rakyat, transparan, dan akuntabel. Ketiga, sebagai penyampai kritik konstruktif yang menawarkan solusi berbasis data dan fakta untuk memperbaiki kinerja pemerintah.
Dengan pelantikan ini, diharapkan PWI Kukar semakin solid, adaptif menghadapi perubahan zaman, serta mampu menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik di tengah dinamika industri pers yang terus berkembang.
Editor: Aspian Nur