Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) diikuti oleh OPD, Kodim, Polres, hingga komunitas seperti PMII, Ansor, Karang Taruna hingga komunitas motor.
“Gerakan ini kami memilih waktu sore karena kawasan turap sedang ramai dengan anak-anak muda yang sedang berkumpul,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Kuncoro, Minggu (15/2/2026).
Sepanjang rute dari area parkir Pulau Kumala hingga Taman Kota Raja, para peserta tidak hanya memungut sampah, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam kegiatan ini, peserta wajib membawa tumbler masing-masing untuk mengurangi produksi sampah botol plastik.
Program Kukar Beberseh direncanakan menjadi agenda rutin mingguan. Lokasi sasarannya akan diperluas hingga ke Puncak Bukit Biru dan kawasan pesisir seperti pantai-pantai yang ada di Kukar.
Gerakan ini juga menjadi bagian dari ambisi besar Pemkab Kukar untuk meraih piala Adipura pada tahun 2027, dengan Muara Jawa sebagai proyek percontohan.
Namun, Tri Kuncoro tidak menampik adanya tantangan besar dalam pengelolaan sampah di Kukar. Untuk menekan beban TPA, DLHK mendorong pembangunan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di setiap kecamatan. Saat ini, sudah ada enam unit yang beroperasi, termasuk di Loa Kulu dan Tabang.
“Target kami, seluruh kecamatan nantinya punya TPS 3R sehingga sampah dapat dikelola,” jelasnya.
Selain itu, penguatan bank sampah di tingkat desa dan kelurahan akan terus didorong melalui program Kukar Idaman Terbaik. Dengan keterlibatan aktif tingkat RT/RW, diharapkan pengelolaan sampah menjadi lebih mandiri dan sistematis di wilayah masing-masing.
Editor: Erwin