Heriansyah menjelaskan mereka sudah menindaklanjuti kabar itu dengan menghubungi langsung Kepala SDN 001 Rabani Sabtu (14/2/2026) pagi tadi sekitar pukul 09.00 WITA untuk meminta penjelasan dan klarifikasi.
“Berdasarkan keterangan Kepala SDN 001, kelapa utuh yang dibagikan kepada para murid hari Jumat kemarin merupakan menu pendamping, bukan menu utama dalam program MBG,” tegas Heriansyah kepada Korankaltim.com hari ini.
Dari informasi akurat yang didapatkan Kadisdikbud Kukar ini, Jumat kemarin seluruh murid menerima menu ganda mengingat hari ini mereka belajar dari rumah karena para guru mengikuti kegiatan di sekolah.
Sebagai kompensasi seluruh murid menerima satu menu basah seperti biasa dan tambahan satu menu pendamping berupa kelapa utuh yang dibungkus plastik.
Disdikbud Kukar juga mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Badak 8 usai menghadiri kegiatan Pramuka di SMPN 1. Disana Heriansyah bertemu dengan kepala SPPG dan petugas MBG Kutai Kartanegara, petugas MBG Kalimantan Timur serta pihak mitra MBG.
“Keterangan dari ketua SPPG juga sama, kelapa utuh itu adalah menu pendamping dari menu basah yang diterima murid kemarin dan bukan menu utama MBG,” sebut Heriansyah lagi.
Mengenai video yang beredar di media sosial diunggah oleh seorang guru dengan tujuan sekadar berbagi momen keceriaan murid saat menerima tambahan kelapa tersebut.
Namun potongan video yang beredar tidak menampilkan menu basah yang juga diterima sehingga memunculkan beragam persepsi di masyarakat.
“Tujuannya hanya seru-seruan dan menggambarkan antusiasme murid, tidak ada maksud lain. Tapi yang terekspos hanya kelapanya, informasi yang ditangkap publik menjadi tidak utuh,” ungkapnya.
Heriansyah mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Kelapa itu tambahan. Kami berharap masyarakat tidak menggoreng isu ini menjadi informasi yang tidak benar. Mari bijak dalam mengolah dan menyikapi informasi,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur