Tiga pegawai yang resmi memasuki masa purna tugas yakni Taufik Hidayat, Staf Operator SPN Cabang Tenggarong, Armansyah, Kepala Cabang Marangkayu; dan Fahrizal, Staf Operator Produksi Ranting Bukit Pariaman.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Rekan kerja memberikan penghormatan terakhir dalam balutan suasana haru, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas yang telah mereka tunjukkan selama bertahun-tahun menjaga layanan air bersih bagi masyarakat Kukar.
Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya atas pengabdian ketiganya.
Ia menegaskan, peran para operator dan kepala cabang bukan sekadar menjalankan tugas teknis, tetapi menjadi garda terdepan dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
“Abdi kalian bersama kami memang berbatas waktu, namun bakti kepada negeri tidak akan pernah pupus. Dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan Perumda Tirta Mahakam hingga hari ini,” kata Suparno.
Ia juga menyebut ketiganya sebagai “Kesatria Tukang Ledeng” yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktu demi memastikan distribusi air bersih tetap berjalan, bahkan dalam berbagai tantangan di lapangan.
“Atas nama manajemen dan seluruh keluarga besar Perumda Tirta Mahakam, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian selama puluhan tahun. Selamat memasuki masa purna tugas. Semoga setiap tetes keringat yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan,” tambahnya.
Suparno berharap nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat pelayanan yang telah dicontohkan para senior dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus di lingkungan perusahaan.
Momentum pelepasan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelayanan publik dibangun dari dedikasi panjang para insan di balik layar.
Dengan berakhirnya masa tugas tiga pegawai tersebut, estafet pengabdian kini diteruskan oleh generasi berikutnya untuk terus menjaga kualitas layanan air bersih bagi masyarakat Kutai Kartanegara.
Editor: Erwin