Kepala desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto mengatakan bahwa dalam festival ini akan menampilkan berbagai kegiatan, termasuk lomba-lomba dan pentas seni.
Pada pelaksanaan 2026, festival ini mengambil tema budaya Kutai, karena desa Kota Bangun III ingin memperkenalkan kembali budaya Kutai Kartanegara (Kukar).
Dalam kegiatan menampilkan 80 peserta yang akan bersaing dalam berbagai lomba. “Nanti acara puncaknya akan diadakan pada 14 dan diharapkan dapat dihadiri oleh bupati dan kesultanan. Banyak pertunjukan seni dalam acara ini. Di 2025 lalu ada 70 peserta, untuk 2026 ada 80 peserta, mereka antusias untuk mengikuti acara ini,” kata Lilik Hendrawanto, Kamis (12/2/2026).
Ia mengungkapkan Festival Cenil juga bertujuan membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap UMKM lokal.
“Bahan baku untuk membuat cenil sangat banyak di desa kami, ini juga yang jadi langkah kami untuk mendorong pengembangan ekonomi warga,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada ekonomi, Festival Cenil juga menjadi wadah bagi anak-anak dan generasi muda untuk menumbuhkan kreativitas serta kecintaan terhadap seni budaya. “Di Festival Cenil ini produk yang dinilai menarik dan unik juga akan mendapat hadiah,” tambahnya.
Dengan adanya festival ini, diharapkan dapat mempromosikan budaya Kukar dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya lokal dan meningkatkan kunjungan wisatawan dari luar daerah.
Diketahui, festival ini menampilkan berbagai kegiatan seperti Pentas Seni, Bazar Buku, Bazar UMKM serta 80 Pameran Cenil.
Editor: Erwin