Keluhan tersebut terkait Program Internet Desa yang menjadi bagian janji politik gubernur dan wakil itu belum sepenuhnya berjalan optimal.
Pemerintah Desa Kembang Janggut terkejut setelah menerima tagihan biaya bulanan internet dari perangkat Orbit Telkomsel yang dipasang melalui program Pemprov Kaltim pada 2025 lalu.
Padahal, sejak awal program tersebut sepenuhnya gratis dan dibiayai oleh pemerintah provinsi. Dengan adanya tagihan tersebut, mereka terpaksa mencabut internet itu.
Kepala Desa Kembang Janggut, Ardiansyah mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Diskominfo Provinsi Kaltim dan Telkomsel terkait dengan program internet gratis yang menimbulkan kontroversi. Menurutnya, akan ada pertemuan dengan Diskominfo dalam waktu dekat untuk membahas masalah ini lebih lanjut.
Ia juga menyatakan, Pemdes akan meminta klarifikasi terkait dengan adanya tagihan pada program internet gratis itu.
“Kami harap pertemuan tersebut dapat memberikan solusi bagi masyarakat desa Kembang Janggut yang juga merasa dirugikan dengan adanya tagihan tersebut,” kata Ardiansyah, Kamis (12/2/2026).
Sementara, Kepala Desa Kembang Janggut, Suhartono menegaskan, pihak Kecamatan akan melakukan pemantauan intensif terhadap beberapa desa di wilayahnya untuk memastikan bahwa program internet gratis berjalan sesuai dengan ketentuan dan tidak ada tagihan yang membebani.
“Pemantauan ini tujuannya untuk memberikan kepastian dan keamanan bagi warga desa dalam menggunakan fasilitas internet,” tegasnya.
Selain itu, Kecamatan akan meminta klarifikasi terkait program internet gratis yang dikabarkan tidak sepenuhnya gratis itu.
“Dalam waktu dekat ini kami akan berkoordinasi dengan para Kades di Kembang Janggut, kemudian ke Diskominfo Provinsi Kaltim. Saat ini kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh,” tutupnya.
Editor: Erwin