“Jadi Sikilat itu singkatan dari Setiap Kilan (Jengkal) dan Setiap Gelombang di pasar yang dikuasai pemerintah harus berorientasi pada PAD. Tak boleh ada aktivitas yang sia-sia tanpa kontribusi ke kas daerah, apalagi target PAD kita besar di tahun ini,” kata Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, Rabu (11//2/2026).
Meskipun dalam satu bulan terakhir Tangga Arung Square sudah menyumbangkan angka yang berasal dari booth kuliner hingga lapak pengamen, Sayid menyebut, potensi besar dari kios tetap dan retribusi parkir belum masuk dalam hitungan bulanan tersebut.
“Target kita tahun ini Rp1,31 miliar. Untuk retribusi kios dan parkir saat ini prosesnya masih berjalan. Melalui inovasi Sikilat ini, kami akan semaksimal mungkin mengonversi setiap potensi di pasar menjadi PAD,” ucapnya.
Selain itu, Sikilat juga bertujuan untuk melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha dan menjaga ketertiban di lingkungan pasar.
Dengan sistem ini, pemerintah berharap para pedagang mendapatkan kepastian hukum atas lapak yang mereka gunakan, sementara daerah mendapatkan haknya secara transparan.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif. Manajemen pasar ke depan akan jauh lebih ketat dan terukur agar target yang dibebankan bisa tercapai 100 persen,” tutupnya.
Editor: Erwin