Mayoritas bangunan di kawasan itu merupakan rumah kayu yang berdiri di atas jembatan kayu (jerambah), sehingga api dengan cepat merambat dan membesar.
Dalam rekaman video amatir yang beredar di media sosial, terdengar suara kepanikan warga yang berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah.
“Keluarkan semua barang, terutama surat-surat yang penting saja dahulu,” kata Ina dalam rekamannya tersebut.
Mendapat laporan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) langsung mengerahkan personel menuju lokasi. Namun, karena akses dan letak geografis, bantuan dikerahkan dari posko-posko terdekat.
Seksi Kebakaran dan Investigasi Disdamkar Matan Kukar, Mukhsin, mengonfirmasi bahwa saat ini tim gabungan masih berupaya keras memutus rantai api agar tidak merembet ke blok lainnya.
“Personel saat ini masih di TKP melakukan pemadaman. Selain tim dari Muara Muntai, tim dari Posko Kota Bangun dan Muara Wis juga dikerahkan untuk membantu proses pemadaman di sana,” jelas Mukhsin.
Hingga berita ini diturunkan, relawan bersama masyarakat setempat masih bahu-membahu menyedot air dari sungai menggunakan mesin pompa alkon untuk melawan si jago merah.
Kondisi bangunan yang didominasi kayu kering serta angin yang berembus kencang di pinggir sungai menjadi kendala utama proses pemadaman. Belum diketahui pasti berapa jumlah rumah yang hangus terbakar serta penyebab awal munculnya api.
Pihak berwenang masih fokus pada upaya lokalisir api agar kebakaran tidak meluas ke area lain yang saling terhubung oleh jembatan kayu tersebut.
Editor: Erwin