Bupati tidak akan menoleransi kepala dinas maupun kepala bidang yang tidak hafal dengan data dalam menjalankan visi dan misi 17 Program Kukar Idaman Terbaik.
Kesuksesan visi dan misi daerah hanya bisa dicapai jika para pengampu kebijakan bekerja berdasarkan data yang akurat.
“Saya tidak akan mentolerir para kepala dinas dan kepala bidang yang buta terhadap data. Kuasai data teknis di OPD masing-masing. Jangan sampai kita kalah data dengan orang lain,” kata Aulia Rahman, Minggu, (8/2/2026).
Ia juga menegaskan kepada beberapa instansi strategis yang harus segera merapikan basis data untuk memastikan intervensi pemerintah tepat sasaran, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, mereka wajib memiliki data detail mengenai kondisi sekolah yang perlu rehabilitasi ringan, sedang, hingga berat, termasuk ketersediaan fasilitas toilet yang representatif.
Selanjutnya, Dinas Sosial (Dinsos) harus mampu membedah data kemiskinan berdasarkan desil satu sampai lima, sehingga bantuan yang turun tidak menyasar pihak yang salah.
Kemudian, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), diminta mematangkan perencanaan program internet gratis desa dan program penguatan RT agar benar-benar terimplementasi di lapangan.
Seluruh Camat, wajib mengantongi data warga miskin hingga ke alamat rumah serta memahami penyebab kemiskinan mereka untuk mempermudah intervensi.
Bupati Aulia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi data antar instansi. Ia tidak ingin lagi ada variasi data yang berbeda-beda antar OPD yang justru membingungkan dalam pengambilan keputusan.
“Saya menginginkan data di Kukar ini satu pintu. Jika datanya satu, maka sasaran kita bisa tepat,” jelasnya.
Menurutnya, perbaikan pelayanan publik tidak hanya harus dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga harus tercermin dalam angka-angka statistik yang diukur oleh lembaga kredibel. Leadership technocracy atau kepemimpinan berbasis data menjadi harga mati dalam masa kepemimpinannya.
Editor: Erwin