Kakak korban, Yulianti, mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi pada pukul 03.11 WITA. Api berawal dari dalam kamar yang telah membakar kasur adiknya, Darul, dan dengan cepat merambat ke bagian dinding berbahan kayu.
“Adik saya sudah dilarikan ke RSUD AM Parikesit untuk mendapatkan perawatan pada bagian kaki. Tadi kami sempat mencoba untuk memadamkan api, namun api sudah terlalu besar dan merambat ke dinding rumah. Tak lama, api langsung membesar. Kami panik dan berlari keluar rumah sambil menyelamatkan dua unit sepeda motor,” kata Yulianti.
Yulianti mengaku, saat kebakaran terjadi, dirinya hanya berada di rumah bersama adiknya. Kebakaran ini menyebabkan satu rumah milik Yulianti hangus terbakar, sementara satu rumah lainnya terdampak.
Sementara, Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Disdamkar Matan Kukar, Mukhsin mengungkapkan, api berhasil dipadamkan sebelum menyebar ke rumah-rumah lainnya kurang lebih 25 hingga 30 menit setelah laporan diterima.
“Unit pemadam yang kami kerahkan di Mako ada lima dan untuk di Patimura ada dua. Jadi tujuh unit kami siapkan di luar pada unit portable,” ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun satu orang anak mengalami luka-luka saat berusaha menyelamatkan harta benda dari kobaran api. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib.
Mukhsin mengimbau agar masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakan listrik dan kompor, terutama saat memasuki bulan suci Ramadan.
“Saat ini, kita memasuki bulan Ramadan, aktivitas di dapur pasti lebih rutin. Mari kita sama-sama menjaga dan mencegah bahaya kebakaran,” tegasnya.
Editor: Erwin